Selasa, 29 Oktober 2013

Ekologi Administrasi Negara Indonesia


Dalam menganalisa ekologi administrasi Negara Indonesia dipergunakan perincian faktor-faktor ekologis.
A.    Faktor-faktor ekologis yang bersifat ilmiah
Aspek-aspek kehidupan nasional terdiri dari aspek alamiah dan aspek kemasyarakatan, maka faktor-faktor ekologis administrasi Negara Indonesia akan diperinci sejalan dengan aspek-aspek kehidupan nasional tersebut.
1)      Lokasi dan posisi geografi
a.       Pengaruh lokasi dan posisi geografi terhadap administrasi Negara
Untuk melihat pengaruh lokasi dan posisi geografi terhadap administrasi Negara, perlu disebutkan bentuk wujudnya Negara Indonesia terdiri dari kepulauan, letak astronomiknya yang berada di daerah tropik, posisi silang antara 2 benua dan 2 samudra.
b.      Pengaruh administrasi Negara terhadap geografi Indonesia
Pengaruh administrasi Negara terhadap geografi terutama lokasi dan posisinya hampir-hampir tidak ada karena sifatnya alamiah. Tetapi pengaruh dari segi lain dapat ditelusuri melalui perubahan cara penadang atau wawasan bangsa Indonesia terhadap geografinya. Geografi Indonesia merupakan lautan yang ditengah-tengahnya bertebaran pulau-pulau, dengan sendirinya laut antara 2 pulau menjadi perairan “dalam”. Wawasan ini akan terwujud apabila diperlengkapi perangkat admisnistrasi Negara yang mampu, seperti Departemen Hankam, Departemen Perhubungan, Departemen Dalam Negeri, Departemen Luar Negeri dan sebagainya.
2)      Keadaan dan kekayaan alam
a.       Pengaruh keadaan dan kekayaan alam terhadap administrasi Negara
Pengaruh keadaan dan kekayaan alam ini terhadap administrasi Negara nampak pada usaha-usaha untuk memanfaatkan sumber-sumber alam tadi bagi pemenuhan kebutuhan hidup manusia.
Negara-negara sedang berkembang pada umumya belum mampu menggali sumber-sumber kekayaan alam secara maksimal, oleh karenanya bantuan asing, baik berupa modal maupun tenaga ahli tidak dapat dihindarkan. Demikina pula Indonesia, untuk menggali sumber-sumber minyak di lepas pantai pada akhir-akhir ini diperlukan kerja sama dengan pihak asing.
b.      Pengaruh administrasi Negara terhadap keadaan dan kekayaan alam
Pengaruh administrasi Negara terhadap keadaan dan kekayaan alam sangat terbatas, karena kekayaan alam ini merupakan karunia Tuhan Yang Maha Esa. Pengaruhnya kalau ada, terbatas pada merubah sumber-sumber dari potensi menjadi kemampuan real. Misalnya air terjun merupakan potensi tenaga diubah untuk benar-benar menjadi tenaga, tanah yang subur diubah menjadi tanaman padi diubah agar benar-benar menghasilkan padi.
3)      Keadaan dan kemampuan penduduk
a.       Pengaruh keadaan dan kemampuan penduduk terhadap administrasi Negara
Dalam melihat pengaruh faktor keadaan dan kemampuan penduduk ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu :
(1)   Jumlah Penduduk
(2)   Distribusi Sosial
(3)   Komposisi (umur)
(4)   Oenghasilan Penduduk
(5)   Tinkat Pendidikan
(6)   Kesehatan Penduduk
b.      Pengaruh administrasi Negara terhadap keadaan dan kemampuan penduduk
Program-program pemerintah yang diimplementasikan oleh administrasi Negara dapat merubah keadaan dan kemampuan penduduk.
(1)   Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi khususnya Direktorat Jendral Transmigrasi dengan jajarannya dan bekerjasama dengan unsure-unsur administrasi Negara lain misalnya dengan Departemen Dalam Negeri atau Badan Koordinasi Penyelenggaraan Transmigrasi dapat lebih menyeimbangkan penyebaran spasial penduduk.
(2)   Departemen Kesehatan, dengan program-programnya di bidang kesehatan dapat mempengaruhi keadaan kesehatan penduduk.

B.     Aspk Kemasyarakatan, meliputi IPOEKSOSBUDMIL
1.      Ideology
Ideology adalah suatu komlpeks atau jalinan ide-ide tentang manusia dan dunia, yang dijadikan pedoman dan cita-cita hidup. Bagi Indonesia, ideology yang dimaksud adalah Pancasila, sesuai dengan penegasan presiden Soeharto bahwa “Pancasila adalah sumber dari segala gagasan kita mengenai wujud masyarakat yang kita anggap baik, yang menjamin kesentosaan kita semua, yang mampu member kesejahteraan lahir dan batin bagi kita semua.
a.       Pengaruh Ideoligi Pancasila terhadap Administrasi Negara
Dalam mempelajari pengaruh ideology terhadap administrasi Negara Indonesia hendaknya dilihat Pancasila sebagai dasar/ideology Negara yang telah dirumuskan dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan yang selanjutnya telah terjabarkan dalam pasal-pasal UUD 1945.
(1)   Sila Ketuhanan Yang Maha Esa
Sila Ketuhanan Yang Maha Esa mengandung pernyataan pengakuan bangsa Indonesia terhadap adanya Tuhan. Departemen Agama terdiri dari komponen-komponen yang mencerminkan adanya beberapa golongan pemeluk agama yaitu Islam, Kristen, Khatolik, Hindu dan Budha. Di samping itu adanya unit-unit fungsional yang mengemban fungsi-fungsi tertentu seperti misalnya peradilan agama, pendidikan agama dan sebagainya. Pembangunan tempat-tempat ibadah, penyediaan fasilitas-fasilitas penunaian ibadat oleh administrasi Negara merupakan petunjuk-petunjuk pengaruh sila Ketuhanan Yang Maha Esa terhadap adminstrasi Negara.
(2)   Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
Sila kedua ini ingin menempatkan manusia sesuai dengan harkatnya sebagai makhluk Tuhan. Atas pandangan kemanuasiaan yang adil dan beradab, maka pandanga bangsa Indonesia mengenai manusia ialah tidak menghendaki adanya penindasan manusia oleh manusia lain. Untuk mewujudkan pandangan ini adminstarsi Negara mengambil langkah-langkah menghapuskan penindasan, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia. Departemen Luar Negeri memelihara hubungan antar Negara atas dasar saling menghormati dan saling menghargai satu sama lain.
(3)   Sila Persatuan Indonesia
Perlu diingat bahwa kebinekaan masyarakat Indonesia juga perlu diperhatikan dengan membentuk satuan-satuan pemenrintahan di daerah-daerah yang bersifat otonom dengan administrasi daerahnya masing-masing. Dengan demikian cita Negara kesatuan dilengkapi dengan asas desentralisasi  dengan maksud untuk mencapai efisiensi dan evektifitas pemerintahan. Walaupun diakui adanya system administrasi daerah tertentu yang berbeda satu dengan yang lain sesuai dengan kondisi daerah masing-masing, tetapi tetap dipelihara keseragaman pada aspek-aspek tertentu sebagai konsekuensi Negara kesatuan.
(4)   Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
Sila keempat ini mengandung nilai cita demokrasi. Sebagai Negara demokrasi pemerintah dan adminstrasi negaranya harus bertanggung jawab kepada rakyat, dikontrol oleh rakyat, dan memberikan pelayanan kepada rakyat, hanya saja system dan mekanismenyta berbeda-beda. Di Indonesia pertanggungan jawab administrasi Negara diberikan kepada rakyat melalui presiden sebagai administrator pemerintah.
(5)   Sila Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Pada dasarnya sila ini menghendaki adanya kemakmuran yang merata diantara seluruh rakyat, bukannya mereta yang statis melainkan merata yang dinamis dan meningkat. Sila ini menjelma ke dalam norma-norma yang mengatur kesejahteraan social yaitu pasal 33 dan 34 UUD 1945. Departemen-departemen pemerintahan telah diciptakan untuk mewujudkan norma-norma tersebut serta peraturan-peraturan disiapkan dan dilaksanakan untuk memberikan perlindungan kepada yang lemah.
b.      Pengaruh administrasi Negara terhadap ideology
Pada ketetapan MPR Nomor II/MPR/1978 telah memetapkan suatu pedoman penghayatan dan pengamalan pancasila yang merupakan penuntun dan pegangan hidup dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara bagi setiap warga Negara Indonesia. Dalam rangka melaksanakan ketetapan tersebut presiden sebagai administrator pemerintahan membentuk tim penasehat presiden tentang Pelaksanaan Pedoman  Penhayatan dan Pengamalan Pancasila.
2.      Politik
a.          Pengaruh system politik terhadap administrasi Negara
Oleh karena daministrasi Negara ada dibawah pimpinan pejabat-pejabat politis yang berorientasi kepada partai politik tetentu maka sering terjadi pembnetukan suatu badan/lembaga baru atau unit-unit baru dalam kementrian, walaupun secara terselubung dilator belakangi kepentingan untuk menempatkan orang-orang partai pada jabatan dalam badan/lembaga yang baru tersebut.
Pada era Orde Baru mulai diambil langkah-langkah untuk membenahi administrasi Negara menuju kearah administrasi Negara yang sehat, dengan mengurangi pengaruh partai-partai politik. Usaha-usaha tersebut seperti:
(1)                              Bidang Organisasi, antara lain meliputi refungsionalisasi, restrukturisasi, dan penempatan.
(2)                              Bidang struktur dan prosedur kerja, antara lain meliputi hubungan-hubungan, debirokratisasi/decontrol dan penyelenggaraan fungsi organisasi dan metoda.
(3)                              Di bidang personil, meliputi perbaikan kompensasi, peningkatan mutu/kemampuan kerja, pembinaan karier, pendidikan, pendataan dan sebagainya.
(4)                              Di bidang perusahaan Negara, telah dilakukan pengelompokan perusahaan-perusahaan milik Negara kedalam tiga bentuk perusahaan yaitu: Perusahaan Jawatan (PERJAN), Perusahaan Umum (PERUM) dan Perusahaan Perseroan (PERSERO).
b.         Pengaruh administrasi Negara terhadap system politik
Pengaruh administrasi Negara terhadap system politik dapat ditelusuri bertolak pada maklumat Pemerintah tentang pembentukan partai-partai politik 3 Nopember 1945 yang berisi anjuran pemerintah tentang pembentukan partai-partai politik.
3.      Ekonomi
a.       Pengaruh faktor ekonomi terhadap administrasi Negara
(1)   Ekonomi Indonesia tidak berdasarkan pada ekonomi bebas, tidak pula berdasakan ekonomi sentral yang bercorak etatisma, melainkan berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Landasan ekonomi tersebut mampunyai dampak terhadap administrasi Negara, yaitu bahwa dalam rangka mewujudkan “usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluarhgaan” atau secara tegas disebut sebagai usaha koperasi, maka pemerintah sejak semula sudah mempersiapkan seperangkat administrasi Negara untuk membina koperasi.
(2)   Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara, mengharuskan partisipasi pemerintah yang mewakili Negara untuk aktif berusaha dalam bidang ekonomi.
(3)   Di samping itu dalam ekonomi Indonesia masih terbuka kesempatan yang luas bagi swasta untuk berusaha, juga di bidang penanaman modal bahkan swasta asing pun mendapatkan kesempatan, hanya saja dengan bimbingan dan pengendalian dari pemerintah. Untuk keperluan ini tentu diperlukan seperangkat administrasi Negara, misalnya untuk mengatur distribusi bahan-bahan kebutuhan pokok agar merata ke seluruh lapisan masyarakat.
(4)   Ekonomi kita yang sedang berkembang dan belum mampu menciptakan taraf hidup rakyat yang tinggi. Keadaan yang demikian ini tentu belum memungkinkan pemerintah. Sebagian besar administrasi Negara di daerah-daerah yang jauh dari kota-kota besar masih mempergunakan alat-alat tradisional dan lazimnya kurang mencukupi kebutuhan. Pada sisi lain yang terlihat bahwa pada umumnya gaji pegawai belum dapat mendatangkan kehidupan yang layak kepada pegawai. Karena gaji pegawai negeri sebagai penggerak “mesin” administrasi Negara relative rendah mendorong mereka untuk melakukan perbuatan-perbuatan kurang terpuji, disiplin rendah, penyalah gunaan kekuasaan, komersialisasi jabatan, dan bahkan sampai ke tingkat korupsi.
Hal ini menyebabkan administrasi Negara tidak efektif dan tidak efisien serta pelayanan kepada masyarakat tidak terlaksana sebagaimana mestinya.
(5)   Pembangunan nasional yang dilaksanakan secara bertahap dean berencana diperlukan suatu badan perencana yang diperlengkapi dengan seperangkat administrasi Negara.
(6)   Dalam rangka pelaksanaan pembangunan nasional diperlukan investasi modal yang cukup besar baik oleh pemerintah sendiri maupun oleh pihak swasta. Faktor-faktor ekonomi khususnya pembangunan ekonomi, yang memerlukan penanaman modal dalam negeri dan asing, mempunyai dampak terhadap system administrasi Negara.
b.      Pengaruh administrasi Negara terhadap ekonomi
Dalam mempelajari pengaruh administrasi Negara terhadap ekonomi dapat dikemukakan beberapa hal saja yaitu, (1) Anggaran belanja dan pendapatan Negara, (2) Kebijakan penanaman modal, (3) Kebijakan proteksi (perlindungan) dan (4) Kebijakan di bidang ekspor.
4.      Sosial Budaya
a.       Pengaruh social buadaya terhadap administrasi Negara
Pembahasan pengaruh faktor sosbud terhadap administrasi Negara Indonesia sengaja dilakukan secara garis besar saja, dengan maksud untuk dinahas lebih lanjut secara terperinci dan intensif dalam laporan atau tulisan sendiri.
(1)   Tradisional versus moderen
(2)   Teknologi social dan fisik
(3)   Rovolusi komunikasi
b.      Pengaruh administrasi Negara terhadap social buadaya
Pengaruh administrasi Negara terhadap social budaya dapat ditelusuri melalui program-program pembangunan social budaya yang dilancarkan oleh pemerintah yang diimplementasikan oleh administrasi Negara. GBHN telah memberikan pengarahan-pengarahan program pembangunan dibidang social budaya yang dapat dijadikan acuan dalam membahas pengaruh administrasi Negara terhadap social budaya. Beberapa pengaruh yang dimaksud adalah: (1) Program moderenisasi desa, (2) Program-program di bidang seni budaya, (3)Program di bidang pendidikan, (4)Program di bidang kesehatan dan keluarga berencana.
5.      Militer
a.       Pengaruh militer terhadap administrasi Negara
Pengaruh militer terhadap administrasi Negara dapat ditelusuri melalui dwifungsi ABRI dengan system kekaryaannya. Praktek-praktek dan kebiasaan administrasi militer sampai tingkat tertentu mewarnai system dan prosedur serta praktek-praktek dan kebiasaan administrasi lembaga-lembaga tadi.
(1)   Pemantapan prinsip-prinsip organisasi
(2)   Asisten sekretaris wilayah/daerah
(3)   Tata upacara
b.      Pengaruh administrasi Negara terhadap militer
Pengaruh administrasi Negara terhadap militer (hankam) paling tidak Nampak dalam 2 hal. Pertama, karena anggota militer sewaktu-waktu harus siap ditugaskan di luar jajaran Departemen HANKAM, maka mereka harus memiliki kualifikasi yang sedemikian rupa sehingga cocok dengan tuntutan persyaratan jabatan-jabatan di luar HANKAM dimaksud.
Kedua, pelaksanaan SISHANKAMRATA memerlukan pengerahan kekuatan rakyat. Rakyat perlu dipersiapkan dengan latihan-latihan, diorganisir dalam kelompok-kelompok yang sewaktu-waktu dapat digerakkan untuk menghadapi tugas-tugas nyata dalam Hankamrata.

Daftar Pustaka
Ekologi Administrasi Negara, karangan Prof. Drs. S. Pamudji, MPA.

Rabu, 16 Oktober 2013

Semangat Mami Ya Tuhan

Jadi ingat tanggal 15 mei lalu.. "Semangat mami ya Allah" kata yang terucap 1 hari sebelum Humaniora Humanis Fisip Unhas 2012. Sekarang kata itu sepertinya cocok untuk diungkapkan lagi. Untuk besok 18 oktober 2013. Acara PMKO Fisip Unhas JKP (Jakinan Kasih Persaudaraan) 2013 akan dihelat di Malino. Kepanitiaan pertama saya dan "Semangat mami ya Tuhan" untuk semua panitia.. Semoga apa yang telah kita persiapkan selama kurang lebih 2 bulan ini bisa berjalan dengan baik, semoga yang telah kita rencanakan boleh terlaksana hanya untuk kemuliaan nama Tuhan. Amin :)

semangat panitia SEMANGAT :)
Tuhan Yesus Memberkati O:)

Minggu, 13 Oktober 2013

Poligami di Alkitab

Tanya: Mengapa di Perjanjian Lama orang Israel sebagai umat Tuhan tidak dilarang berpoligami? apakah di Perjanjian Baru ada ayat tentang larangan untuk berpoligami atau perintah untuk bermonogami? Jika tidak ada, apakah itu berarti orang Kristen diperbolehkan untuk berpoligami?

Jawab: Di Perjanjian Lama memang banyak laki-laki yang mempraktekkan pernikahan poligami (mempunyai banyak istri), sebagaimana pada umumnya para laki-laki di wilayah Timur Tengah, dan itu tidak dipandang sebagai dosa. Namun, bukan berarti bahwa berpoligamilah norma yang tebaik bagi sebuah pernikahan. Justru sebaliknya, monogamilah norma yang terbaik dan paling ideal bagi pernikahan manusia, khususnya umat Tuhan. Ada tiga alasan mengapa monogami, dan bukan poligami, yang menjadi norma terbaik bagi kita.
Pertama, onogami adalah rencana semula Tuhan atas manusia. Sejak semula, sejak awal penciptaan manusia, monogami adalah norma pernikahan yang Tuhan tetapkan. Sebab, Tuhan menciptakan manusia di Taman Eden hanya dua orang saja, hanya satu pasang, satu suami dan satu istri (Kej 1:27). Tuhan tidak menciptakan adam dengan banyak istri, tetapi hanya satu, yakni Hawa. Jadi, disini suadah tersirat adanya pernikahan monogami. Itulah yang paling ideal di dalam rencana Tuhan.
Kedua, poligami menimbulkan banyak dosa dan masalah dalam keluarga. Orang-orang yang mempraktekkan poligami jelas menimbulkan banyak dosa dan masalahdalam pernikahannya. Hal itu antara lain dapat kita lihat dalam hidup Abraham, Gideon, Daud dan Salomo. Sara terpaksa mengusir Hagar, gundik Abraham (Kej 21:8-21); anak-anak Gideon saling membunuh (Hak 8:30-9:57); Daud terpaksa membunuh demi mendapatkan istri baru (2 Sam 11:1-27), dan dalam pernikahannya yang poligami terjadi perkosaan dan pembunuhan (2 Sam 13:1-39). Istri-istri Salomo membawanya pada penyembahan berhala sehingga Tuhan murka (1 Raj 11:1-13). Jadi banyak masalah jika orang berpoligami. Itulah sebabnya dalam Ulangan 17:17 diingatkan agar raja orang Israel tidak mempunyai banyak istri.
Ketiga, monogami secara tersurat diajarkan dalam perjanjian baru. Pernikahan monogami secara tersirat banya diajarkan dalam Perjanjian Baru. Misalnya dalam 1 Kor 7:1-2. Di situ Rasul Paulus berkata kepada jemaat Korintus agar setiap laki-laki mempunyai istrinya sendiri. Dari nada bahasanya dan bentuk kata yang dipakai, istri yang dimaksud di situ jelas adalah tunggal atau monogami. Kemudian dala 1 Tim 3:2 dan Tit 1:6 disebutkan bahwa salah satu syarat pengangkatan para penatua atau pemimpin jamaat adalah bahwa ia harus monogami, hanya punya satu istri. Hal ini tidak berarti bahwa hanya para pejabat gereja yang harus bermonogami sementara anggota jemaat tidak. Saat itu Paulus berbicara dalam konteks pengangkatan penatua gereja, karena itu hanya monogami para penatualah yang disebutkan.
Jadi sejak manusia jatuh ke dalam dosa sampai pada masa PL, Tuhan membiarkan pernikahan poligami terus terjadi. Namun, ketika Kristus datang untuk memulihkan segala aspek hidup kita, Ia juga memilihkan bentuk pernikahan ke dalam rencanaNya yang semula, sejak awal penciptaan manusia, yaitu pernikahan monogami (Mrk 10:6-8). Jadi jelas, monogami adalah bentuk pernikahan yang Tuhan kehendaki bagi kita umatNya masa kini.

Sumber : Manna Sorgawi

Jumat, 11 Oktober 2013

Postingan Paling Awal

Shalomm :)
teman2 ini postingan saya yang paling awal, semoga bukan yang terakhir :D
semoga blog ini bermanfaat
Trims :)