Sabtu, 13 September 2014

Memaknai Perbedaan

Roma 14 : 1 - 12

"Tetapi engkau, mengapakah engkau menghakimi saudaramu? Atau mengapakah engkau menghina saudaramu? Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Allah." (Roma 14:10)


Sumber. Google
Perbedaan sering kali menjadi alasan bagi kita untuk bertengkar, entah itu dalam gereja, dalam lingkungan masyarakat, dalam pergaulan bahkan dalam keluarga. Padahal, konflik atau masalah tudak perlu terjadi apabila setiap orang bisa memahami perbedaan dengan bijaksana.
Dalam pembacaan ini pada ayatnya 7-9 dpat disimpulkan bahwa apapun yang kita lakukan semuanya harus kita lakukan untuk Tuhan. Tidak perlu kita menghakimi orang lain atau menghina orang lain. Sebab suatu saat kita akan memberi pertanggung jawaban kepada Allah seperti yang dikatakan pada ayat yang ke 12.
Cara terbaik untuk bisa memahami perbedaan adalah belajar tidak cepat menghakimi sesama, menghina, apalagi menganggap pandangan orang lain sesat.
Memang menerima perbedaan tidak gampang. Tuhan menghadirkan perbedaan dalam kehidupan kita pasti ada tujuannya. Melalui perbedaan yang ada, kita bukan cuma diajar untuk bisa lebih mengenal diri sendiri dan sesama melainkan juga lebih bijaksana dalam menyikapi segala sesuatu. Tujuannya supaya kualitas diri kita sebagai manusia bisa lebih baik. Jika kualitas hidup kita baik, hidup kita pasti bisa menjadi berkat buat orang lain.
Kiranya mulai sekarang kita tidak lagi menganggap perbedaan sebagai musuh atau masalah besar. Pandanglah perbedaan layaknya guru, sehingga lewat perbedaan yang ada kita bisa belajar menjadi manusia yang lebih dewasa..
Tuhan Yesus Memberkati :)

Senin, 08 September 2014

Mengatasi Galau!!

Yunus 2 : 1 - 10

"Dalam kesusahanku aku berseru kepada Tuhan, dan Ia menjawab aku, dari tengah-tengah dunia orang mati ku berteriak, dan Kau dengarkan suaraku." (Yunus 2:2)

Akhir-akhir ini banyak berita tentang kematian karena bunuh diri, kebanyakan dari mereka berani mengakhiri hidupnya karena putus asa dengan masalah yang mereka hadapi. Masalah yang berat, mereka tidak bisa mengendalikan pikirannya lagi. Nyawa pun sudah tidak berarti bagi mereka karena masalah tersebut.
Sumber. Google
Mungkin dalam pikiran mereka saat itu, jika saya mengakhiri hidup saya maka semua masalah akan selesai.
Ini bukan cara anak Tuhan dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah. Yunus juga pernah mengalami masalah yang sulit. Ia terjebak dalam perut ikan yang besar. Namun, Yunus memilih cara yang tepat untuk menyelesaikan masalahnya. Ia datang kepada Tuhan, ia membawa semua masalah yang ia alami.
Dan akhirnya ikan besar itu memuntahkan Yunus ke darat. Tuhan mendengar doa Yunus dan mengabulkannya pada waktu yang tepat.
Selama kita masih hidup, masalah pasti akan selalu menghampiri. Baik itu masalah dalam keluarga, masalah dengan teman, masalah dengan pacar yang punya pacar, masalah dengan orang-orang dalam masyarakat. Namun, saat kita galau saat kita mengalami masalah jangan sampai perasaan itu mengendalikan kita. Tapi datanglah kepada Tuhan, sampaikan semua kegalauan kita, sampaikan semua masalah yang kita alami dan percayalah bahwa Tuhan akan menolong kita. Ia akan membebaskan, Tuhan akan mengangkat kita dari masalah yang sedang menerpa kita. Tuhan tidak pernah diam melihat anak-anak-Nya yang sedang dalam masalah dan yang datang meminta pertolongan kepada-Nya..
Tuhan Yesus Memberkati :)

Jumat, 05 September 2014

Dengarkan Teguran Orang

2 Raja-Raja 1 : 1 - 18

Dalam pembacaan ini ada 2 hal mengapa Raja Ahazia mati mengenaskan, yaitu:
1. Ia mengikuti penyembahan berhala dari Ahab dan Izebel.
2. Saat ia sakit, ia meminta kesembuhan bukan kepada Allah tapi kepada Baal-Izebel.
Sebanarnya Allah masih berbaik hati kepada Raja Ahazia dengan mengirim Elia memperingatinya, namun ia malah marah kepada Elia dan mengutus 3 perwira beserta masing-masing 50 anak buahnya menemui Elia.
Ketika Raja Ahazia bertemu dengan Elia, ia tetap mengeraskan hatinya. Sehingga Firman Tuhan benar-benar terjadi atas hidupnya.

Sumber Google
Banyak orang yang tidak suka ketika ditegur karena kesalahannya. Apalagi kalau orang tersebut memiliki jabatan yang tinggi.
Sebagai anak Tuhan ketika ada orang yang menegur kita karena bersalah seharusnya kita bersyukur karena kita masih ditegur, sehingga kita masih bisa memperbaiki kesalahan kita. Kita masih bisa belajar bahwa apa yang telah kita lakukan ternyata tidak benar. Karena mungkin saja hukuman Allah bisa saja langsung kita terima pada saat kita melakukan kesalahan tersebut.
Sebaiknya ketika siapapun dan dalam bentuk apaun teguran yang kita terima, jangan pernah kita mengabaikannya. Karena mengabaikan teguran sama artinya kita membiarkan diri kita masuk dalam kehancuran. 

Namun ketika kita menerima teguran itu dan mengubah sikap kita, kita akan selamat dari kehancuran dan mendapat berkat..
Tuhan Yesus Memberkati :)