1. Ia mengikuti penyembahan berhala dari Ahab dan Izebel.
2. Saat ia sakit, ia meminta kesembuhan bukan kepada Allah tapi kepada Baal-Izebel.
Sebanarnya Allah masih berbaik hati kepada Raja Ahazia dengan mengirim Elia memperingatinya, namun ia malah marah kepada Elia dan mengutus 3 perwira beserta masing-masing 50 anak buahnya menemui Elia.
Ketika Raja Ahazia bertemu dengan Elia, ia tetap mengeraskan hatinya. Sehingga Firman Tuhan benar-benar terjadi atas hidupnya.
![]() |
| Sumber Google |
Sebagai anak Tuhan ketika ada orang yang menegur kita karena bersalah seharusnya kita bersyukur karena kita masih ditegur, sehingga kita masih bisa memperbaiki kesalahan kita. Kita masih bisa belajar bahwa apa yang telah kita lakukan ternyata tidak benar. Karena mungkin saja hukuman Allah bisa saja langsung kita terima pada saat kita melakukan kesalahan tersebut.
Sebaiknya ketika siapapun dan dalam bentuk apaun teguran yang kita terima, jangan pernah kita mengabaikannya. Karena mengabaikan teguran sama artinya kita membiarkan diri kita masuk dalam kehancuran.
Namun ketika kita menerima teguran itu dan mengubah sikap kita, kita akan selamat dari kehancuran dan mendapat berkat..
Tuhan Yesus Memberkati :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar