Sebelumnya
terima kasih buat sobat yang kembali mau membaca di blog saya ini, terima kasih
kesetiaannya telah mampir disini.hehee
Kali
ini saya mau berbagi mengenai pacaran beda iman menurut Alkitab yang saya dapat
dari blognya Tanya Alkitab. Mungkin sobat punya teman yang pernah
mengalami kejadian ini? Atau sobat sendiri yang mengalaminya. Kalau saya
sendiri tidak setuju dengan hal ini, kenapa? Karena saya pernah mendengar kata
bapak pendeta di gereja saya pas lagi pembekalan untuk peneguhan sidi, katanya
“Jangan pernah menukar Imanmu dengan Ikan bolu”. Mungkin pernyataan pendeta saya ini agak lucu
tapi sangat penting menurut saya. Mengapa penting? Menurut saya Tuhan itu sudah
sangat baik pada kita tidak ada yang bisa melebihi kebaikannya kepada kita
pacar sekalipun. Masa hanya untuk mendapatkan pasangan kita mau menghianati
Tuhan. Piker deh sobat, Tuhan sudah rela mengorbankan diri-Nya untuk menebus
dosa-dosa kita, kita masih mau menduakannya hanya karena kekasih? Memangnya
tidak ada yang se-iman? Banyak kok yang se-iman dengan kita.
Supaya
sobat lebih ngerti bagaimana pandangan Alkitab tentang pacaran beda iman saya
akan bagikan..
Sebelum membaca tulisan ini, ada
baiknya membaca dulu tulisan yang sebelumnya pernah dibuat, yaitu tentang Pacaran Sesuai dengan Firman Tuhan dan Mengapa Harus Pacaran yang Kudus. Pertanyaan di atas
sepertinya merupakan salah satu pertanyaan yang paling sering ditanyakan, dan
jawabannya tidaklah semudah membalikkan telapak tangan karena walaupun sudah
jelas apa yang tertulis di Alkitab, masih banyak orang yang tidak setuju. Ada
satu bagian dalam Alkitab yang menjelaskan tentang hal ini, yaitu dalam 2
Korintus 6:14-15.
2 Korintus 6:14-15, Janganlah
kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak
percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau
bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? Persamaan apakah yang terdapat
antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan
orang-orang tak percaya?
Pesan dari ayat ini jelas, bahwa
dalam memilih pasangan hidup, kita harus memiliki pasangan yang satu iman.
Apa artinya satu iman?
Satu iman yang dimaksudkan di sini
adalah satu iman dalam Yesus Kristus. Setiap orang yang percaya bahwa Yesus
adalah Tuhan dan Juruselamat pribadinya, bisa dikatakan sebagai orang yang
memiliki satu iman, selain daripada iman kepada Yesus Kristus berarti berbeda.
Alasan mengapa harus mempunyai
pasangan yang satu iman
Selain memang kita menuruti apa
kata alkitab tentang pasangan yang seiman, ternyata firman ini mempunyai alasan
yang jelas. Kalau kita lihat dari sejarah bangsa Israel, mereka seringkali
jatuh pada penyembahan berhala karena pasangan mereka yang tidak seiman, yaitu
pasangan dari bangsa lain. Padahal Tuhan sudah berfirman agar mereka tidak
mengambil pasangan dari bangsa lain selain bangsa Israel agar mereka tidak
turut menyembah allah - allah bangsa lain. Raja Salomo pun yang dikatakan
sebagai orang yang paling bijak ternyata jatuh ke dalam dosa penyembahan berhala
pada akhir hidupnya (1 Raja2 11:1-13). Kalau Salomo yang begitu bijak saja bisa
jatuh dalam dosa penyembahan berhala karena istri - istrinya, bagaimana dengan
kita?
Alasan lain adalah karena dalam
suatu hubungan pernikahan, bukan hanya sekedar tentang cinta antara seorang
laki - laki dan seorang perempuan, tetapi juga tentang bagaimana hubungan
tersebut mempunyai dasar yang teguh, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Seperti kapal
yang tidak boleh mempunyai dua orang Nakhoda, demikian juga hubungan pernikahan
yang tidak boleh berdasarkan dua iman yang berbeda karena nantinya tidak
mempunyai arah yang jelas. Lagipula saya yakin setiap dari kita pasti
menginginkan pasangan kita, yang adalah orang yang paling dekat dengan kita di
dunia ini juga diselamatkan oleh Yesus Kristus. Hubungan yang tidak dilandaskan
oleh kasih kepada Yesus Kristus sangatlah berbahaya, oleh karena itu baiklah
kita mempunyai pasangan yang satu iman, iman dalam Yesus Kristus.
Kan Yesus mengasihi semua orang,
kok hanya boleh sama yang satu iman?
Ya, benar sekali bahwa Yesus
mengasihi semua orang dan ingin semua orang diselamatkan, oleh karena itu kita
harus mengasihi semua orang tanpa terkecuali. Bertemanlah dengan siapa saja
agar kasih Kristus dalam diri kita dapat terpancar kepada semua orang, namun
dalam masalah memilih pasangan hidup firman Tuhan katakan mutlak harus satu
iman.
Kalau hanya pacaran saja dan
tidak untuk menikah bagaimana?
Sebagai orang Kristen, hubungan
pacaran harus memiliki tujuan utama yaitu "pernikahan". Pacaran
merupakan proses pengenalan antara pria dan wanita yang berada dalam rangkaian
tahap pencarian kecocokan menuju kehidupan keluarga yaitu pernikahan. Jadi jika
tujuan pacaran bukanlah pernikahan, ada baiknya hanya berteman saja daripada
terjadi sesuatu yang tidak diinginkan nantinya.
Kalau sudah terlanjur pacaran
dengan yang beda iman bagaimana?
Yang menjadi masalah tentu jika
memang sudah terlanjur pacaran beda iman. Saya hanya bisa bilang, break dulu
hubungannya, buat dia satu iman dulu kalau benar - benar mau sama dia, lalu
pacaran lagi kalau memang sudah satu iman. Kalau memang tidak bisa menjadi satu
iman maka lebih baik ditinggalkan dan mencari yang satu iman. Memang terkesan
seperti memaksa, tetapi jika memang mau dengan orang tersebut ya memang harus
seperti itu karena kita mutlak harus mempunyai pasangan yang satu iman, ingat
dalam amanat agung Tuhan Yesus Kristus?
Matius 28:19, Karena itu
pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa
dan Anak dan Roh Kudus,
Dengan demikian selain kita
mendapatkan pasangan yang seiman, kita juga turut memenuhi amanat agung ini.
Jika dia mau ikut kita
bagaimana?
Pada dasarnya adalah pastikan dia
benar - benar percaya dan mengalami Yesus terlebih dahulu, baru pacaran. Jangan
sampai dia ikut agama Kristen karena mau bersama dengan kita saja, karena
menurut saya bukan status sebagai Kristen yang penting, yang penting adalah
bagaimana seseorang tersebut telah mengenal dan mengalami Yesus sehingga
percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat pribadinya. Percuma seseorang
pindah agama Kristen kalau tidak mengenal Yesus terlebih dahulu. Memang
terdengar sedikit sulit, oleh karena itu disarankan untuk memilih pasangan yang
memang sudah mengenal dan mengalami Yesus. Jangan hanya melihat dari rupa saja,
tetapi juga bagaimana imannya terhadap Yesus Kristus.
Bagaimana dengan orang yang
sudah menikah dan beda iman?
1 Korintus 7:12-13 Kepada
orang-orang lain aku, bukan Tuhan, katakan: kalau ada seorang saudara
beristerikan seorang yang tidak beriman dan perempuan itu mau hidup
bersama-sama dengan dia, janganlah saudara itu menceraikan dia. Dan kalau ada
seorang isteri bersuamikan seorang yang tidak beriman dan laki-laki itu mau
hidup bersama-sama dengan dia, janganlah ia menceraikan laki-laki itu.
Matius 19:6, Demikianlah mereka
bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah,
tidak boleh diceraikan manusia.
Banyak orang yang memakai dua ayat
di atas untuk “sengaja” menikah dengan yang orang yang beda iman dan bilang
kalau dia sudah terlanjur menikah dan berkata tidak apa – apa karena
pasangannya mau hidup dengan dia. Ini merupakan hal yang sangat ironis. Orang
yang sudah tahu kebenaran seharusnya tidak akan menikah dengan orang yang beda
iman. Ayat dia atas bukanlah untuk membenarkan untuk menikah dengan orang yang
beda iman, melainkan untuk pasangan orang yang sama – sama belum percaya lalu
salah satunya menjadi percaya kepada Kristus. Jadi beda iman di sini terjadi
bukan sebelum menikah, melainkan setelah menikah karena salah satunya menjadi
percaya. Tapi sekali lagi, untuk orang – orang yang mengalami masalah demikian,
doakan dan bawalah pasanganmu agar dapat bersama – sama hidup di dalam terang
kasih Kristus.
Sepertinya sulit sekali untuk
mendapatkan yang satu iman
Mungkin banyak yang mengalami
sepertinya kok malah orang dari agama lain yang dekat dengan kita, kalau itu ya
jelas saja, karena kita bukanlah mayoritas di negara kita Indonesia tercinta
ini, oleh karena itu kemungkinan untuk dekat dengan yang satu iman dengan kita
mungkin kecil. Apakah tidak mungkin untuk orang yang selalu dekat dengan yang
tidak seiman untuk mendapatkan sangan yang seiman? Tenang saja, coba perluas
pergaulan, jangan pernah menghindar dari persekutuan, tetap percaya bahwa Tuhan
pasti memberikan pasangan yang terbaik untuk kita yang sesuai dengan
kehendak-Nya. Kehendak-Nya adalah supaya kita mendapatkan pasangan hidup yang
benar - benar seimbang dengan kita. Jangan ada lagi kompromi, percaya pada
janji Tuhan. Jesus Bless Us.
-N.L.H-
Bagaimana
sobat, sudah pahamkan?hehee Jadi sekarang sobat pikirin baik-baik untuk memilih
pasangan. Jangan sampai Imannya mau ditukar dengan ikan bolu.hehehe
Gbus
J
Sumber
: http://www.tanyaalkitab.com/2012/12/pacaran-beda-iman-menurut-alkitab.html