Sabtu, 15 November 2014

Long Distance Relationship

L
DR atau Long Distance Relationship adalah suatu istilah yang diberikan kepada mereka yang sedang menjalin hubungan jarak jauh. Kebanyakan istilah ini diberikan kepada anak muda yang berpacaran.
Jarak bukan penghalang bagi mereka untuk saling mencintai, mungkin salah satu pegangan bagi mereka yang sedang LDR.
Sumber. Google
Namun kebanyakan mereka yang menjalani LDR ini tidak bertahan lama. Mengapa? Mungkin ada yang bosan karena komunikasi mereka hanya melalui telepon, sms, BBM, chatingan tanpa bertemu langsung. Dari kebosanan itu muncullah perasaan untuk selingkuh. Mengapa selingkuh? Karena kesepian, karena bosan tadi, karena tidak bisa menjalani hubungan jarak jauh.
Bagi saya pribadi, salah satu orang yang selalu LDR (curcol boleh dong hehehe) yang diperlukan dalam menjalin hubungan jarak jauh itu adalah kesetiaan, kesabaran, kepercayaan, komunikasi yang baik, dan rasa tanggung jawab.
Mari kita bahas satu per satu mengapa hal tersebut penting bagi mereka yang sedang LDR, cekidottt
Yang pertama kesetiaan, orang yang tidak LDRpun tentu membutuhkan kesetiaan ini dalam menjalin hubungan. Kenapa kesetiaan perlu terutama bagi mereka yang menjalin LDR? Setia, memiliki arti yang sangat luas dalam jalinan cinta, karena dengan landasan sebuah kesetiaan maka cinta tersebut akan semakin dalam, dan sebuah hubungan cinta akan semakin langgeng apabila masing-masing memiliki komitmen untuk saling setia dalam keadaan apapun. Dengan kesetiaan maka suatu hubungan cinta akan berkelanjutan dan memberikan rasa damai dalam hati.
Yang kedua kesabaran, sabar adalah suatu sifat yang wajib dimiliki oleh mereka yang menjalin hubungan jarak jauh. Sabar menunggu sms atau telepon si doi, tapi kalau si dia tidak punya pulsa yah Harap maklum!! Sabar menunggu kepulangan si dia yang mungkin pergi merantau entah karena pekerjaan ataupun sekolah. Sabar ketika si dia lagi cuek-cuek ke kita, mungkin dia sedang ada masalah, tugas numpuk dan sebagainya. Sebagai pacar yang baik kita tidak boleh langsung marah, coba tanyakan baik-baik. Kalau dia punya masalah jadilah pendengar yang baik dan berikan solusi yang tepat. Terkadang seseorang membutuhkan waktu untuk menyendiri, saat itu jangan ganggu dia. Biarkan dia tenang, besok baru hubungi lagi.
Yang ketiga kepercayan, mengapa kepercayaan sangat perlu bagi mereka yang menjalani LDR? Jarak yang jauh, jarang ketemu yah hal yang sangat dibutuhkan saat itu adalah saling percaya. Kita harus percaya bahwa dia akan setia kepada kita, tidak berbohong dalam hal sekecil apapun (makan misalnya..hahaa). dan ingat ketika kita telah diberian kepercayaan jangan sampai kita menyia-nyiakan kepercayaan tersebut jangan sampai kita menyalahgunakan kepercayaan tersebut. Karena kepercayaan ibarat sebuah gelas kaca yang apabila jatuh dan pecah tidak akan bisa kembali seperti semula. Ketika kepercayaan itu kita sia-siakan maka orang lain akan sulit untuk mempercayai kita lagi. Jujur itu penting dalam sebuah hubungan dan jangan pernah mempermaikan kepercayaan yang kita dapatkan dari pasangan kita.
Selanjutnya komunikasi yang baik, Komunikasi adalah komponen yang penting dalam sebuah hubungan. Komunikasi juga menjadi kunci ketika menjalankan LDR. Jangan remehkan hal ini, dengan tidak memberi kabar saat Anda ingin melakukan sesuatu, maka akan timbul permasalahan. Jadi lebih baik Anda selalu berkomunikasi dan menceritakan semua yang Anda alami. Kesibukan dan perbedaan waktu akan menjadi penghalang kalian, luangkanlah satu hari untuk menelpon dan berbagi cerita. Jangan lupa untuk selalu menigirim pesan singkat pemberi semangat saat si dia sedang sibuk. Itu akan membuat dia mengingat Anda!
Dan yang terakhir adalah tanggung jawab, kita bertanggung jawab untuk saling setia, selalu bersabar, saling percaya dan menjaga kepercayaan dan menjalin komunikasi yang baik. Intinya kita sama-sama bertanggung jawab untuk hubungan yang kita jalin.
Semoga apa yang telah saya bagikan diatas bisa bermanfaat buat teman-teman yang sedang menjalin hubungan jarak jauh.
Dan percayalah bahwa kualitas hubungan kita tidak ditentukan oleh seberapa sering kita bertemu dengan kekasih kita namun seberapa besar kasih sayang dan cinta yang kita dan dia berikan.


Sabtu, 13 September 2014

Memaknai Perbedaan

Roma 14 : 1 - 12

"Tetapi engkau, mengapakah engkau menghakimi saudaramu? Atau mengapakah engkau menghina saudaramu? Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Allah." (Roma 14:10)


Sumber. Google
Perbedaan sering kali menjadi alasan bagi kita untuk bertengkar, entah itu dalam gereja, dalam lingkungan masyarakat, dalam pergaulan bahkan dalam keluarga. Padahal, konflik atau masalah tudak perlu terjadi apabila setiap orang bisa memahami perbedaan dengan bijaksana.
Dalam pembacaan ini pada ayatnya 7-9 dpat disimpulkan bahwa apapun yang kita lakukan semuanya harus kita lakukan untuk Tuhan. Tidak perlu kita menghakimi orang lain atau menghina orang lain. Sebab suatu saat kita akan memberi pertanggung jawaban kepada Allah seperti yang dikatakan pada ayat yang ke 12.
Cara terbaik untuk bisa memahami perbedaan adalah belajar tidak cepat menghakimi sesama, menghina, apalagi menganggap pandangan orang lain sesat.
Memang menerima perbedaan tidak gampang. Tuhan menghadirkan perbedaan dalam kehidupan kita pasti ada tujuannya. Melalui perbedaan yang ada, kita bukan cuma diajar untuk bisa lebih mengenal diri sendiri dan sesama melainkan juga lebih bijaksana dalam menyikapi segala sesuatu. Tujuannya supaya kualitas diri kita sebagai manusia bisa lebih baik. Jika kualitas hidup kita baik, hidup kita pasti bisa menjadi berkat buat orang lain.
Kiranya mulai sekarang kita tidak lagi menganggap perbedaan sebagai musuh atau masalah besar. Pandanglah perbedaan layaknya guru, sehingga lewat perbedaan yang ada kita bisa belajar menjadi manusia yang lebih dewasa..
Tuhan Yesus Memberkati :)

Senin, 08 September 2014

Mengatasi Galau!!

Yunus 2 : 1 - 10

"Dalam kesusahanku aku berseru kepada Tuhan, dan Ia menjawab aku, dari tengah-tengah dunia orang mati ku berteriak, dan Kau dengarkan suaraku." (Yunus 2:2)

Akhir-akhir ini banyak berita tentang kematian karena bunuh diri, kebanyakan dari mereka berani mengakhiri hidupnya karena putus asa dengan masalah yang mereka hadapi. Masalah yang berat, mereka tidak bisa mengendalikan pikirannya lagi. Nyawa pun sudah tidak berarti bagi mereka karena masalah tersebut.
Sumber. Google
Mungkin dalam pikiran mereka saat itu, jika saya mengakhiri hidup saya maka semua masalah akan selesai.
Ini bukan cara anak Tuhan dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah. Yunus juga pernah mengalami masalah yang sulit. Ia terjebak dalam perut ikan yang besar. Namun, Yunus memilih cara yang tepat untuk menyelesaikan masalahnya. Ia datang kepada Tuhan, ia membawa semua masalah yang ia alami.
Dan akhirnya ikan besar itu memuntahkan Yunus ke darat. Tuhan mendengar doa Yunus dan mengabulkannya pada waktu yang tepat.
Selama kita masih hidup, masalah pasti akan selalu menghampiri. Baik itu masalah dalam keluarga, masalah dengan teman, masalah dengan pacar yang punya pacar, masalah dengan orang-orang dalam masyarakat. Namun, saat kita galau saat kita mengalami masalah jangan sampai perasaan itu mengendalikan kita. Tapi datanglah kepada Tuhan, sampaikan semua kegalauan kita, sampaikan semua masalah yang kita alami dan percayalah bahwa Tuhan akan menolong kita. Ia akan membebaskan, Tuhan akan mengangkat kita dari masalah yang sedang menerpa kita. Tuhan tidak pernah diam melihat anak-anak-Nya yang sedang dalam masalah dan yang datang meminta pertolongan kepada-Nya..
Tuhan Yesus Memberkati :)

Jumat, 05 September 2014

Dengarkan Teguran Orang

2 Raja-Raja 1 : 1 - 18

Dalam pembacaan ini ada 2 hal mengapa Raja Ahazia mati mengenaskan, yaitu:
1. Ia mengikuti penyembahan berhala dari Ahab dan Izebel.
2. Saat ia sakit, ia meminta kesembuhan bukan kepada Allah tapi kepada Baal-Izebel.
Sebanarnya Allah masih berbaik hati kepada Raja Ahazia dengan mengirim Elia memperingatinya, namun ia malah marah kepada Elia dan mengutus 3 perwira beserta masing-masing 50 anak buahnya menemui Elia.
Ketika Raja Ahazia bertemu dengan Elia, ia tetap mengeraskan hatinya. Sehingga Firman Tuhan benar-benar terjadi atas hidupnya.

Sumber Google
Banyak orang yang tidak suka ketika ditegur karena kesalahannya. Apalagi kalau orang tersebut memiliki jabatan yang tinggi.
Sebagai anak Tuhan ketika ada orang yang menegur kita karena bersalah seharusnya kita bersyukur karena kita masih ditegur, sehingga kita masih bisa memperbaiki kesalahan kita. Kita masih bisa belajar bahwa apa yang telah kita lakukan ternyata tidak benar. Karena mungkin saja hukuman Allah bisa saja langsung kita terima pada saat kita melakukan kesalahan tersebut.
Sebaiknya ketika siapapun dan dalam bentuk apaun teguran yang kita terima, jangan pernah kita mengabaikannya. Karena mengabaikan teguran sama artinya kita membiarkan diri kita masuk dalam kehancuran. 

Namun ketika kita menerima teguran itu dan mengubah sikap kita, kita akan selamat dari kehancuran dan mendapat berkat..
Tuhan Yesus Memberkati :)

Rabu, 16 April 2014

Pacaran Beda Iman Menurut Alkitab


Sebelumnya terima kasih buat sobat yang kembali mau membaca di blog saya ini, terima kasih kesetiaannya telah mampir disini.hehee
Kali ini saya mau berbagi mengenai pacaran beda iman menurut Alkitab yang saya dapat dari blognya Tanya Alkitab.  Mungkin sobat punya teman yang pernah mengalami kejadian ini? Atau sobat sendiri yang mengalaminya. Kalau saya sendiri tidak setuju dengan hal ini, kenapa? Karena saya pernah mendengar kata bapak pendeta di gereja saya pas lagi pembekalan untuk peneguhan sidi, katanya “Jangan pernah menukar Imanmu dengan Ikan bolu”.  Mungkin pernyataan pendeta saya ini agak lucu tapi sangat penting menurut saya. Mengapa penting? Menurut saya Tuhan itu sudah sangat baik pada kita tidak ada yang bisa melebihi kebaikannya kepada kita pacar sekalipun. Masa hanya untuk mendapatkan pasangan kita mau menghianati Tuhan. Piker deh sobat, Tuhan sudah rela mengorbankan diri-Nya untuk menebus dosa-dosa kita, kita masih mau menduakannya hanya karena kekasih? Memangnya tidak ada yang se-iman? Banyak kok yang se-iman dengan kita.
Supaya sobat lebih ngerti bagaimana pandangan Alkitab tentang pacaran beda iman saya akan bagikan..
Dasar Firman Tuhan
Sebelum membaca tulisan ini, ada baiknya membaca dulu tulisan yang sebelumnya pernah dibuat, yaitu tentang Pacaran Sesuai dengan Firman Tuhan dan Mengapa Harus Pacaran yang Kudus. Pertanyaan di atas sepertinya merupakan salah satu pertanyaan yang paling sering ditanyakan, dan jawabannya tidaklah semudah membalikkan telapak tangan karena walaupun sudah jelas apa yang tertulis di Alkitab, masih banyak orang yang tidak setuju. Ada satu bagian dalam Alkitab yang menjelaskan tentang hal ini, yaitu dalam 2 Korintus 6:14-15.
2 Korintus 6:14-15, Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya?
Pesan dari ayat ini jelas, bahwa dalam memilih pasangan hidup, kita harus memiliki pasangan yang satu iman.
Apa artinya satu iman?
Satu iman yang dimaksudkan di sini adalah satu iman dalam Yesus Kristus. Setiap orang yang percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat pribadinya, bisa dikatakan sebagai orang yang memiliki satu iman, selain daripada iman kepada Yesus Kristus berarti berbeda.
Alasan mengapa harus mempunyai pasangan yang satu iman
Selain memang kita menuruti apa kata alkitab tentang pasangan yang seiman, ternyata firman ini mempunyai alasan yang jelas. Kalau kita lihat dari sejarah bangsa Israel, mereka seringkali jatuh pada penyembahan berhala karena pasangan mereka yang tidak seiman, yaitu pasangan dari bangsa lain. Padahal Tuhan sudah berfirman agar mereka tidak mengambil pasangan dari bangsa lain selain bangsa Israel agar mereka tidak turut menyembah allah - allah bangsa lain. Raja Salomo pun yang dikatakan sebagai orang yang paling bijak ternyata jatuh ke dalam dosa penyembahan berhala pada akhir hidupnya (1 Raja2 11:1-13). Kalau Salomo yang begitu bijak saja bisa jatuh dalam dosa penyembahan berhala karena istri - istrinya, bagaimana dengan kita?
Alasan lain adalah karena dalam suatu hubungan pernikahan, bukan hanya sekedar tentang cinta antara seorang laki - laki dan seorang perempuan, tetapi juga tentang bagaimana hubungan tersebut mempunyai dasar yang teguh, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Seperti kapal yang tidak boleh mempunyai dua orang Nakhoda, demikian juga hubungan pernikahan yang tidak boleh berdasarkan dua iman yang berbeda karena nantinya tidak mempunyai arah yang jelas. Lagipula saya yakin setiap dari kita pasti menginginkan pasangan kita, yang adalah orang yang paling dekat dengan kita di dunia ini juga diselamatkan oleh Yesus Kristus. Hubungan yang tidak dilandaskan oleh kasih kepada Yesus Kristus sangatlah berbahaya, oleh karena itu baiklah kita mempunyai pasangan yang satu iman, iman dalam Yesus Kristus.
Kan Yesus mengasihi semua orang, kok hanya boleh sama yang satu iman?
Ya, benar sekali bahwa Yesus mengasihi semua orang dan ingin semua orang diselamatkan, oleh karena itu kita harus mengasihi semua orang tanpa terkecuali. Bertemanlah dengan siapa saja agar kasih Kristus dalam diri kita dapat terpancar kepada semua orang, namun dalam masalah memilih pasangan hidup firman Tuhan katakan mutlak harus satu iman.
Kalau hanya pacaran saja dan tidak untuk menikah bagaimana?
Sebagai orang Kristen, hubungan pacaran harus memiliki tujuan utama yaitu "pernikahan". Pacaran merupakan proses pengenalan antara pria dan wanita yang berada dalam rangkaian tahap pencarian kecocokan menuju kehidupan keluarga yaitu pernikahan. Jadi jika tujuan pacaran bukanlah pernikahan, ada baiknya hanya berteman saja daripada terjadi sesuatu yang tidak diinginkan nantinya.
Kalau sudah terlanjur pacaran dengan yang beda iman bagaimana?
Yang menjadi masalah tentu jika memang sudah terlanjur pacaran beda iman. Saya hanya bisa bilang, break dulu hubungannya, buat dia satu iman dulu kalau benar - benar mau sama dia, lalu pacaran lagi kalau memang sudah satu iman. Kalau memang tidak bisa menjadi satu iman maka lebih baik ditinggalkan dan mencari yang satu iman. Memang terkesan seperti memaksa, tetapi jika memang mau dengan orang tersebut ya memang harus seperti itu karena kita mutlak harus mempunyai pasangan yang satu iman, ingat dalam amanat agung Tuhan Yesus Kristus?
Matius 28:19, Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
Dengan demikian selain kita mendapatkan pasangan yang seiman, kita juga turut memenuhi amanat agung ini.
Jika dia mau ikut kita bagaimana?
Pada dasarnya adalah pastikan dia benar - benar percaya dan mengalami Yesus terlebih dahulu, baru pacaran. Jangan sampai dia ikut agama Kristen karena mau bersama dengan kita saja, karena menurut saya bukan status sebagai Kristen yang penting, yang penting adalah bagaimana seseorang tersebut telah mengenal dan mengalami Yesus sehingga percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat pribadinya. Percuma seseorang pindah agama Kristen kalau tidak mengenal Yesus terlebih dahulu. Memang terdengar sedikit sulit, oleh karena itu disarankan untuk memilih pasangan yang memang sudah mengenal dan mengalami Yesus. Jangan hanya melihat dari rupa saja, tetapi juga bagaimana imannya terhadap Yesus Kristus.
Bagaimana dengan orang yang sudah menikah dan beda iman?
1 Korintus 7:12-13 Kepada orang-orang lain aku, bukan Tuhan, katakan: kalau ada seorang saudara beristerikan seorang yang tidak beriman dan perempuan itu mau hidup bersama-sama dengan dia, janganlah saudara itu menceraikan dia. Dan kalau ada seorang isteri bersuamikan seorang yang tidak beriman dan laki-laki itu mau hidup bersama-sama dengan dia, janganlah ia menceraikan laki-laki itu.
Matius 19:6, Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.
Banyak orang yang memakai dua ayat di atas untuk “sengaja” menikah dengan yang orang yang beda iman dan bilang kalau dia sudah terlanjur menikah dan berkata tidak apa – apa karena pasangannya mau hidup dengan dia. Ini merupakan hal yang sangat ironis. Orang yang sudah tahu kebenaran seharusnya tidak akan menikah dengan orang yang beda iman. Ayat dia atas bukanlah untuk membenarkan untuk menikah dengan orang yang beda iman, melainkan untuk pasangan orang yang sama – sama belum percaya lalu salah satunya menjadi percaya kepada Kristus. Jadi beda iman di sini terjadi bukan sebelum menikah, melainkan setelah menikah karena salah satunya menjadi percaya. Tapi sekali lagi, untuk orang – orang yang mengalami masalah demikian, doakan dan bawalah pasanganmu agar dapat bersama – sama hidup di dalam terang kasih Kristus.
Sepertinya sulit sekali untuk mendapatkan yang satu iman
Mungkin banyak yang mengalami sepertinya kok malah orang dari agama lain yang dekat dengan kita, kalau itu ya jelas saja, karena kita bukanlah mayoritas di negara kita Indonesia tercinta ini, oleh karena itu kemungkinan untuk dekat dengan yang satu iman dengan kita mungkin kecil. Apakah tidak mungkin untuk orang yang selalu dekat dengan yang tidak seiman untuk mendapatkan sangan yang seiman? Tenang saja, coba perluas pergaulan, jangan pernah menghindar dari persekutuan, tetap percaya bahwa Tuhan pasti memberikan pasangan yang terbaik untuk kita yang sesuai dengan kehendak-Nya. Kehendak-Nya adalah supaya kita mendapatkan pasangan hidup yang benar - benar seimbang dengan kita. Jangan ada lagi kompromi, percaya pada janji Tuhan. Jesus Bless Us.
-N.L.H-
Bagaimana sobat, sudah pahamkan?hehee Jadi sekarang sobat pikirin baik-baik untuk memilih pasangan. Jangan sampai Imannya mau ditukar dengan ikan bolu.hehehe
Gbus J

Sumber : http://www.tanyaalkitab.com/2012/12/pacaran-beda-iman-menurut-alkitab.html

Minggu, 13 April 2014

Bisakah Mantan Jadi Teman?

Sumber : Google
Terlalu manis untuk dilupakan, kenangan yang indah bersamamu..."
Sepenggal lagu lawas dari band Slank ini cukup mewakili perasaan orang yang lagi galau karena cinta. Hubungan yang dijalin boleh kandas, tapi memori dan kenangan sulit dihantui dari pikiran. Terkadang muncul keinginan untuk kembali, walau cuma jadi teman biasa. Pertanyaannya, sungguhkah sang mantan bisa kita jadikan teman?
Survey memaparkan bahwa sebagian besar orang memilih untuk berteman dengan mantan, karena awalnya pengen menjalin kembali asmara yang udah putus. Ketidaksanggupan untguk menerima kenyataan bahwa hubungan yang dijalin udah kandas, banyak orang yang memilih untuk berteman dengan mantan. Sayangnya, kerena motivasi yang udah keliru dari awal membuat mereka nampak seperti Teman Tapi Mesra (TTM). Dibilang menjalin hubungan bukan, tapi gaya pertemanan kayak orang yang lagi pacaran. Parahnya, mereka merasa udah move on dengan menggandeng yang lain, tapi hati masih ngga bisa jauh dari mantan. Akhirnya pertemanan yang dijalin pun bukanlah pertemanan yang sehat.
Firman Tuhan mengingatkan kita bahwa pertemanan lawan jenis harus dilandasi dengan motivasi yang murni, bukan dengan maksud memperdaya. Ketika kitan menjalin hubungan spesial dengan seseorang dan -apesnya- hubungan itu kandas, ngga berarti kita membuang orang itu jauh-jauh dari hidup kita. Namun, kalau ada keinginan kuat untuk berteman dengan mantan, pertanyaanya, "Apa motivasi hati kita yang sesungguhnya? Apakah kita murni pengen hubungan pertemanan biasa atau ada motif pengen kembali menjalin hubungan asmara yang pernah kandas? Apalagi kalau mantan udah punya yang baru, tentu kita perlu mempertanyakan dan mengecek ulang motivasi hati kita."
Nah, sebelum menggebu-gebu dan terburu-buru untuk menjalin hubungan baik dengan mantan, ada tiga hal penting yang harus sobat muda pahami, terutama kalau salah satu dari kita (atau mantan) udah punya gandengan baru. 

1. Cek hati kita, apakah masih ada chemistry yang kuat, yang pengen kita ulang kembali
Pertemanan yang kita bangun dengan mantan ngga akan pernah bagus kalau masih ada cinta dan luka yang tersisa dihati. Kalau hati kita belum pulih, tentulah ngga gampang untuk kita menjalin pertemanan dengan mantan, Kita akan gampang terperdaya perasaan dan terkungkung kenangan masa lalu. Apalagi jika kita lagi menjalin hubungan spesial dengan yang lain. Kita perlu hati-hati mengecek hati, supaya kita ngga merusak yang kita bangun sekarang. 
Lebih baikmengambil jarak, bersihin dulu hati dan tunggu sampai chemistry hilang, barulah kita bisa menjalin hubungan pertemanan yang murni tanpa ada keinginan untuk mengulang kisah asrama kembali. 

2. Bangun pertemanan dengan menjunjung tinggi nilai kekudusan dan kesopanan
Nilai kekudusan itu mutlak dalam menjalin hubungan. Terlepas kita pernah gagal, bukan berarti nilai kekudusan ini terkikis dalam hidup kita. Mantan bisa aja menjadi teman, tapi tanpa menjaga hati sungguh-sungguh, bisa jadi ada keinginan kuat untuk kembali kepada mantan.
Sebagai orang muda nih, kita punya nilai-nilai pertemanan yang jelas. Lawan jenis bukan untuk diperdaya, apa pun alasannya. Apalagi kalau kita dulu putusnya ngga baik-baik, tentu butuh proses untuk membuat hati kita pulih total. Kalau ngga, pertemanan yang pengen kita jalin kembali bisa dilandasi dendam dan keinginan untuk membalas perlakuan mantan dimasa lalu. Gimanapun, sulit untuk mengontrol perasaan dan menguasai hati kalau hati masih terluka dan perasaan belum pulih benar. 

3. Berikan batasan pertemanan yang jelas
Dulu waktu masih jadian, tentu ada perhatian khusus atau lebih kepadanya. Namun kini setelah jadi mantan dan kita pengen berteman, tentu harus ada batasan yang jelas, terlebih kalau kita udah punya gandengan baru. Itu berarti ngga ada lagi SMS mesra, ngga ada lagi panggilan spesial dan juga ngga ada lagi keinginan untuk diperlakuin istimewa.
Jadi ngga dilarang berteman baik dengan mantan lho. Namun kita perlu pikirin masak-masak dengan konsekuensi dan resiko keputusan ini, untuk hidup kita kedepan, terlebih kalau kita udah move on dan udah memiliki kekasih. Jangan sampai kita terjebak dalam Cinta Lama Belum Kelar alias CLBK. Ini bisa membuat luka lama dan juga menyakiti hati pasangan kita yang sekarang.

Sumber : Renungan Anak Muda

Rabu, 09 April 2014

Pesta Lima Tahun Sekali

Sobat tau dong kegiatan 5 tahun sekali ini. ya Pesta demokrasi, yang hari ini 9 April 2014 dirayakan oleh bangsa kita tercinta Bangsa Indonesia. Hari ini adalah hari pemilihan wakil2 rakyat yang akan mewakili rakyat Indonesia selama 5 tahun kedepan. Semoga mereka2 yang telah dipercayakan oleh rakyat dapat melaksanakan tugas tanggung jawabnya, tidak menyalahgunakan ataupun memanfaatkan kepercayaan rakyat itu.
Kali ini saya akan membagikan pengalaman kedua saya, setelah pemilihan Gubernur Sul-sel yang lalu dalam hal coblos-mencoblos.
Kira2 sekitar pukul 09.08 WITA saya sudah ada di lokasi pencoblosan tepatnya di TPS 1 Siguntu, Kelurahan Tampo Makale, Kecamatan Makale, Tana Toraja.
Lokasi TPS 1 Siguntu
Disini pas saya datang sudah banyak masayrakat yang menunggu untuk dipanggil namanya. Sayang fasilitas yang disiapkan panitia untuk masayrakat seperti kursi sangat kurang sehingga banyak yang harus berdiri. Saat menunggu antrian, masayrakat ada yang bercengkrama dengan masyarakat lainnya, ada yang melihat2 contoh surat suara yang disediakan oleh panitia, agar nanti di bilik suara tidak salah pilih.hehee Ada juga yang sibuk dengan anak mereka. Yaa banyak ibu2 yang membawa serta anak mereka karena tidak ada yang menjaga dirumah, kan bapaknya ikut nyoblos juga..
Hampir satu jam saya menunggu akhirnya nama saya dipanggil, tapi belum untuk memilih, dipanggil untuk duduk di kursi yang telah disiapkan, untuk menunggu kembali panggilan menuju bilik suara.
Suasana masyarakat yang lagi menunggu
Lamanya proses pemilihan ini membuat banyak masyarakat yang mengeluh. Tapi memang harus begitu, kan tidak mungkin panitia langsung memberikan surat suara kepada masyarakat untuk dicoblos. Tentu harus menunggu, kan banyak masyarakat yang lebih dulu datang.
Setelah duduk kira2 20 menit akhirnya nama saya dipanggil kembali untuk mengambil surat suara dan masuk ke bilik suara dan memilih wakil2 rakyat yang menurut saya bisa dan pantas mewakili masyarakat selama 5 tahun kedepan. Yaa lumayan degdegan sih, harus milih orang2 yang memang peduli kepada masyarakat, bukan peduli kepada dirinya sendiri ataupun keluarga dan kelompoknya.
Ini beberapa foto sebelum masuk bilik suara

Kotak suara

Panitia

Menunggu antrian mau nyoblos
Suasana dibalik bilik suara
Kira2 5 menitlah saya dibilik suara, nyoblosnya memang sebentar namun buka dan meilpat kertas suaranya itu yang bikin lama. Ini juga yang menjadi keluhan masyarakat.
Dibantu anaknya untuk memilih
Oh iyaa buat orang tua yang sudah sulit untuk melaukukan pencoblosan, bisa diantar kok sama keluarga, mau anak cucu boleh ajee. Mereka tau bahwa suara mereka sangat berarti untuk kemajuan bangsa. Bagaimana dengan sobat, memilihkah hari ini??
Surat suara, tempatnya nama2 calon wakil rakyat
Dan setelah bergelut dengan kertas suara,hehe sekarang masukin kertasnya ke kotak suara yang telah disediakan. Kalau bingung mau masukin kertasnya ke kotak mana, tenang ada pak petugas yang siap membantu. Tinggal serahkan surat suara ke petugasnya, pak petugas sudah tau kok tugasnya.
Tanda selesi nyoblos
Dan yang terakhir membuat bukti bahwa telah melakukan pencoblosan. Tau dong? Masukin aja ujung jari kelingkingnya ke tinta yang disediakan. Kalau tidak tau mana jari kelingking, tenang masih ada pak petugas yang siap membantu.hahaha Tapi jangan moduss loh, pak petugasnya udah punya anak :D
Dan pemilihan pun selesai.. Sampai jumpa TPS 5 tahun lagi.. Smoga saja orang2 yang telah dipercayakan rakyat Indonesia hari ini benar-benar menjalankan tanggung jawabnya, bukan memanfaatkannya.. GBU
Jayalah Indonesia ku !!

Senin, 07 April 2014

Ternyata Sahabat Bisa Menusuk

Sumber: Google
Mengapa judul postingan ini Ternyata Sahabat Bisa Menusuk?? Sebenarnya kalimat ini merupakan ststus teman saya yang tidak perlu disebutkan namanya.hehee
Mungkin banyak sobat yang pernah mengalami hal seperti ini? Saya pun pernah. Mungkin perasaan yang sobat rasakan saat mengalaminya tidak jauh berbeda dengan yang saya rasakan. Sakit hati, kecewa, marah, jengkel, dan hal-hal negatif lainnya hanya itu yang ada di pikiran kita. Bagaimana tidak, orang yang kita sangat percaya, orang yang sudah kita anggap sahabat ternyata "menusuk" kita.
Kali ini saya akan membagikan pengalaman saya, bagaimana saya bisa bangkit dari keterpurukan (hehee sedikit lebay boleh dong) masalah yang saya alami dulu. Ini cuma sekedar saling berbagi pengalaman, sempat teman-teman yang sedang mengalami bisa mengambil pelajaran dari pengalaman saya :)
Jadi ceritanya begini, saya punya seorang sahabat yang bisa dikatakan saudara saya. Kenapa tidak, mulai dari sekolah dasar sampai sekolah menengah atas saya satu sekolah sama dia. Dan sampai kuliahpun saya satu univeristas walaupun saya dan dia beda fakultas. Dan selama itu kami begitu akrab, tapi tidak sekarang :( Setelah dia dekat sama si A. Yang dulunya kalau pulang kampung saya dan dia sering pulang bareng sekarang tidak, yang dulunya kalau sudah di kampung sering keluar bareng sekarang tidak.
Masalahnya memang mengenai si A ini. Seorang yang dulunya "dekat" dengan saya, taulah maksudnya.. Dan memang selama saya dekat sama si A, teman saya ini menjadi salah satu orang yang saya tempati curhat, setiap masalah saya sama si A pasti saya cerita sama dia. Dan dia pun sering cerita mengenai kehidupan pribadinya ke saya. Namun semuanya berubah setelah saya berpisah dengan si A, dan ternyata teman saya ini jadian sama si A.Saat itu saya benar-benar sakit hati dan kecewa ke teman saya ini. Dan hubungan kami pun jadi renggang. Dan sering kali pertengkaran-pertengkaran kecil terjadi diantara kami. Dan sampai saat ini saya masih merasakan persahabatan kami tidak seperti dulu lagi.
Rasa kecewa yang saya rasakan kepada teman saya ini kurang lebih 5 bulan selalu menghantui pikiran saya. Ditambah sikap si A yang sering marah-marah tidak jelas ke saya, dan yang paling terakhir saat dia mengatai saya "pepayu" entah apa yang dia maksudkan sehingga mengatai saya seperti itu. Dan mulai saat itu saya sadar bahwa saya memang harus melupakan mereka. Namun untuk melupakan hal seperti itu tidak semudah yang saya pikirkan. Berkali-kali saya coba untuk melupakan masalah itu, berkali-kali saya minta maaf ke teman saya namun akhirnya rasa kecewa itu tidak bisa hilang.
Suatu hari kira2 pkul 02.30 subuh sebelum saya tidur saya membuka buku renungan saya dan saya merenungi suatu bagian judulnya itu Selidikilah Aku. Di awal renungan ini ada tertulis seperti ini Air susu dibalas air tuba. Peribahasa itu artinya kebaikan dibalas dengan kejahatan. Peribahasa ini muncul karena sikap orang yang kerap melupakan kebaikan yang pernah diterimanya dari orang lain. Bahkan yang lebih buruk adalah membalas kebaikan itu dengan kejahatan. Nah, kalau seseorang membalas kebaikan dengan kejahatan, lantas apa yang akan terjadi kemudian? Bisa dipastiin, perbuatan baik akan berhenti dan perbuatan jahatlah yang akan muncul sebagai balasannya. Jadi akhirnya kejahatan dibalas dengan kejahatan. Dari sini saya dapat simpulkan bhwa kebanyakan orang akan membalas kejahatan jika ia diperlakukan jahat pula. Namun sikap seperti ini sama sekali tidak akan menyelesaikan masalah yang ada. Coba deh sobat baca Matius 5:38-48, disini Tuhan mengajarkan kita untuk tidak hanya membalas kebaikan dengan kebaikan namun juga membalas kejahatan dengan kebaikan. Kenapa? Karena dengan demikian kita menjadi berbeda dengan orang yang tidak mengenal Tuhan. Dengan demikian kita menerapkan kasih seperti yang diajarkan Tuhan. "Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu?" (Matius 5:46).
Pada ayat ini mungkin kita berpikir bahwa apa yang Tuhan katakan sulit untuk kita lakukan, kejahatan harus dibalas dengan kebaikan. Tapi, kita sebagai orang percaya harus melakukan apa yang Tuha ajarkan kepada kita dan ini adalah tantangan bagi kita. Namun, ingatlah bahwa tantangan terbesar bagi kita, orang percaya bukanlah seberapa lama sudah menjadi Kristen, seberapa banyak ayat Alkitab yang kita hafal, atau sebanyak apakah pelayanan yang kita ikuti, melainkan sejauh mana kita bisa menaati perintah Tuhan dalam menjalani hidup sehari-hari. Salah satunya adalah bersedia terus melakukan kebaikan, sekalipun orang lain membalasnya dengan kejahatan. (Renungan Anak Muda)
Dari perenungan saat itu saya diingatkan untuk menghilangkan pemikiran negatif saya terhadap teman saya itu. Dan mulai saat itu saya bisa melupakan masa lalu saya, dan saya berusaha untuk memaafkan apapun yang telah terjadi pada saya dulu. Baik yang dilakukan teman saya atau si A. Dan setelah saya merenungi ayat tersebut saya berdoa, saya mendoakan mereka. Mendoakan mereka yang terbaik, karena dengan mendoakan mereka dengan sungguh-sungguh mendoakan mereka dengan tulus kita bisa memaafkan mereka. Dan puji Tuhan sampai saat ini saya tidak pernah lagi merasakan kekecewaan dan sakit hati yang dulu saya rasakan, walaupun persahabatan saya yang dulu belum sepenuhnya kembali. Tapi saya tetap percaya suatu saat semuanya akan kembali seperti yang dahulu kala.
Jadi, apabila ada Sahabat yang Menusukmu, doakan dia , maafkan dia, dan engkau akan merasakan damai dalam kehidupanmu :)
Sumber: Google
Semoga Bermanfaat..hehehe

Minggu, 06 April 2014

Doa Mengubah Segala Sesuatu Kawan.. Belive It!!

Sumber: Google

“Doa orang benar bila didoakan dengan yakin besar kuasanya.
Dan tiap doa yang lahir dari iman, berkuasa menyelamatkan”
Kalian tau dong lagu ini? Yaa Doa Mengubah Segala Sesuatu. Tulisan saya ini terangkat dari kisah nyata dari saya dan tentunya berkaitan dengan Doa. Apa pengertian doa itu? Menurut kamus besar bahasa Indonesia, doa adalah permohonan (harapan, permintaan, pujian) kepada Tuhan. Doa adalah nafas hidup orang percaya. Salah satu cara bagi kita untuk berkomunikasi dengan Tuhan.
Saya mau membagikan beberapa pengalaman saya tentang doa, mari kita cekidottt 
Yang pertama itu saya masih maba, dan tau dong kegiatan yang berkaitan dengan maba. “Pengaderan” yuppp apalagi selain itu. Kegiatan yang dilakukan oleh himpunan untuk memperkenalkan kepada adek2 mabanya tentang himpunan mereka, bagaimana berorganisasi, begaimana menjadi seorang pemimpin dan masih banyak lagi. Pada saat itu kami akan mengikuti pengaderan kedua dari Humanis yaitu LKA. Tentunya kita sebagai maba pun pasti mempunyai kewajiban yang berkaitan dengan "puluss",hehe
Yaa sebelum hari H kita sudah diberitahukan kalau kita akan membayar kontribusi untuk kegiatan tersebut. Dan sebagai seorang mahasiswa rantau yang jauh dari orang tua dan bertepatan dengan tanggal tua keuangan pun menipis. Kesiyannnn hiks
Namun saya berusaha untuk mencari pinjaman di teman2, namun berhubung kita sama2 perantau teman2 yang lain pun merasakan hal yang sama dengan saya. Saya pasrah, “mungkin saya tidak bisa ikut kegiatannya, padahal sudah capek2 ikut pengumpulan. Kan sayang kalau hari Hnya tidak ikut” kata ku dalam hati saat itu. Tak tau mau cari pinjaman dimana lagi, pasrah bercampur kecewa. Saya masuk kamar ambil HP dan mutar music dah, yahh sekiranya bisa menghilangkan kejenuhan sedikit.
“Doa orang benar bila didoakan dengan yakin besar kuasanya.
Dan tiap doa yang lahir dari iman, berkuasa menyelamatkan”
Lagu ini yang saat itu saya dengarkan, saat itu saya seperti mendapat kekuatan, mendapat pengharapan kalau saya berdoa meminta kepada Tuhan, Ia pasti akan memberikannya kepada saya. Saat itu juga saya berdoa dengan sungguh2, dengan penuh kepercayaan bahwa masalah akan ada jalan keluarnya. Setelah saya berdoa pergumulan saya, saya serahkan seluruhnya kepada Tuhan. Dan sore malam harinya, kembali saya mencoba mencari pinjaman di teman. Saat itu saya minta tolong sama teman kamar saya. Dan Puji Tuhan saya mendapat pinjaman dari teman saya itu. Saya percaya itu karena pertolongan Tuhan, Ia mendengar doa saya. Saya sangat bersyukur, Tuhan Yesus memang baik. Dan sayapun bisa ikut LKA
Dan mulai saat itu setiap saya dalam pergumulan, selalu saya bawa dalam doa2 saya. Sambil dengarin Doa Mengubah Segala Sesuatu 

Pengelaman selanjutnya, hehee semoga teman2 tidak bosiyann2 baca yahhh
Pengalaman ini bukan pas maba lagi loh, tapi pada saat menjadi panitia. Ciyeeee bukan maba lagi.hahaha … kepanitiaan pertama itu kegiatan JKP yang diadakan oleh PMKO FISIP UNHAS, ini semacam kegiatan penyambutan bagi adik2 maba, dan acara ngumpul2 buat senior2 yang sudah lama lulus. Dalam kepanitiaan ini saya ada di divisi dana. Menurut saya divisi ini sangat mendukung terselenggaranya kegiatan ini, pencari uang. Sebenarnya pengalaman ini hampir sama dengan yang diatas, masalah “pulusss”.
Tapi kali ini dalam lingkup kepanitiaan,hehe minus beberapa hari sebelum kegiatan JKP ini, panitia masih kekurangan dana. Saya saat itu mulai takut nantinya kegiatan ini akan terkendala di masalah dana yang menjadi tanggung jawab saya sebagai koordinator dana saat itu. Namun saya selalu percaya akan kuasa doa, dan saya percaya apapun yang kita minta pada Tuhan  akan Ia berikan tepat pada waktunya. Dan setiap pagi dalam doa saya selalu ada doa khusus untuk kepanitiaan ini. ya Tuhan, Engkau tau kekurangan dalam kepanitian kami ini, saya percaya bahwa Engkau yang akan menambahkan setiap apa yang kami perlukan Tuhan”  seperti itu mungkin doa yang saya panjatkan tiap pagi. Dan Puji Tuhan selama kegiatan JKP berlangsung kami panitia tidak mengalami kekurangan seperti yang saya takutkan. Saya percaya bahea semua itu adalah campur tangan Tuhan. Sekali lagi kuasa doa mengubahkan segala sesuatu.
Jadi percayalah kawan bahwa setiap masalah yang kita hadapi pasti Tuhan selalu menyiapkan jalan yang terbaik. Kita hanya perlu berusaha dan berharap pada Tuhan bahwa Dia mampu menolong kita, Dia sanggup mengangkat kita dari setiap mesalah, pergumulan yang kita hadapi.
So, berdoalah!!