Sumber: Google
Pusing nihh, Miss. Dua-duanya sama-sama menarik. Aku bingung pilih yang mana. Keluh muridku, ketika kami mengadakan talk show LSD (Love, Sex, and Dating) di sekolah. Dilema ini banyak dialami oleh anak muda, ketika akan jatuhin pilihan hatinya. Susi orangnya cantik, sementara Santi terlihat menarik. Hmm harus pilih yang mana dong? Jono bisa melambungkan perasaannya. Mungkin saat ini sobat muda lagi galau karena hatimu sedang di antara dua pilihan.
Pengennya pilih si A, tapi ngga siap kehilangan yang lain. Karena, sama-sama menarik dan sama-sama terlihat perfect. Buat beberapa orang, ngga gampang untuk jatuhin pilihan kepada satu orang. Takut salah, takut kehilangan dan ngga siap dengan resiko berkomitmen, membuat banyak anak muda memilih mendua. Melabuhkan diri pada dua hati. Melabuhkan cinta pada dua rasa. Ketidakmampuan untuk memilih membuat orang muda akhirnya menjalani hubungan dalam dilema perasaan. Padahal Alkitab mengatakan "Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya" (Yakobus 1:8).
Kata firman Tuhan tersebut juga berlaku bagi hubungan dengan lawan jenis. Nggak percaya? Coba perhatikan anak-anak muda yang mendua hati! Pasti lebih banyak ngga tenangnya ketimbang ketenangan dan kedamaian hidup. Mereka selalu ngga tenang karena taku ketahuan. Nah, anehnya mereka protes kalau dibilang selingkuh. Katanya mereka cuma butuh waktu untuk melabuhkan asa ke satu hati. Kalau yang satu menolak, setidaknya udah punya cadangan.
Menjalani hubungan yang sehat harus dimulai dengan komitmen yang kuat. Sebab, ngga ada orang yang bisa berkomitmen ketika hatinya mendua. Orang yang mendua justru membuatnya sulit untuk setia. Selama kita belum bisa menetapkan hati pada satu cinta, lebih baik kita jangan menjalin hubungan spesial.
Ngga bisa dipungkiri, memang butuh waktu untuk melihat karakter seseorang. Nah, kalau diantara sekian banyak teman dekat, hati ini cuma tertarik pada dua orang, apa yang harus kita lakukan? Haruskah menyatakan cinta pada keduanya? Toh, mereka ngga kenal satu sama lain, jadi pasti ngga ketahuan? Pikiran seperti itu wajar, tapi ngga benar. Semua kembali pada integritas diri sendiri. Sejujurnya, kalau sobat muda dibegitukan oleh seseorang, pasti ngga suka, bukan?
Nah, kalau saat ini sobat muda sedang ada diantara dua pilihan, saran Penulis jangan terburu-buru. Belajarlah tenang dan berdoalah! Tuhan paling tahu siapa yang terbaik untuk menjadi pasangan sobat muda. Hatimu bisa menebak-nebak, tapi Tuhan yang paling mengerti kebutuhanmu. Melibatkan Tuhan sejak awal sangat menolong kita dari salah pilih.
Selain itu, sobat muda juga harus belajar untuk punya integritas. Artinya kita perlu belajar jujur terhadap diri sendiri dan orang lain. Ngga perlu takut kehilangan seseorang yang spesial. Kalau ia bukan untuk kita, cepat atau lambat ia akan menjauh. Sebaliknya, kalau ia adalah jodoh kita, pasti ada jalan yang akan membuat sobat muda pada akhirnya bertemu dan bersatu dalam ikatan pernikahan. So, ketika hati sedang mendua, ngga perlu tergesa-gesa untuk melabuhkan cinta. Biarlah waktu yang membantu sobat muda memantapkan diri untuk melabuhkan janji pada satu hati. Karena hati sejatinya sulit dibagi-bagi. Mandua ngga akan membuat sobat muda tenang dan bahagia. Jadi, belajarlah setia dan berkomitmen untuk menjalin hubungan dengan hati yang ngga bercabang. Karena itulah salah satu pondasi yang kuat dalam hubungan.
Sumber : Renungan Anak Muda
Tidak ada komentar:
Posting Komentar